Proyek Revitalisasi di Ogan Ilir Disorot, Mekanisme Pengadaan Bahan Bangunan Dipertanyakan
OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN — Pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan dan revitalisasi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendapat sorotan, khususnya terkait mekanisme pengadaan bahan bangunan serta proses pemilihan toko penyedia.
Sorotan tersebut sebelumnya diberitakan oleh Lawelang Sumatera dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa, 29 September 2026. Dalam pemberitaan tersebut, seorang pemilik toko bangunan sekaligus pemerhati dunia pendidikan berinisial RZ menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai proses pengadaan bahan bangunan pada proyek revitalisasi sekolah di Ogan Ilir.
Mekanisme pemilihan penyedia, pembanding harga, pengawasan pekerjaan, serta keberadaan tenaga teknis dan konsultan dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Menurut RZ sebagaimana dikutip dalam pemberitaan Lawelang Sumatera, proyek revitalisasi yang dilaksanakan pada sejumlah sekolah, baik negeri maupun swasta, memiliki nilai anggaran yang cukup besar. Karena itu, ia menilai transparansi dalam pengadaan bahan bangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan.
Salah satu hal yang dipertanyakan adalah apakah pembelian bahan bangunan telah melalui mekanisme perbandingan harga dari beberapa penyedia atau toko sebelum dilakukan pembelian.
“Menurut saya, mekanisme pemilihan toko dan pembelian bahan bangunan perlu dibuka secara jelas agar tidak menimbulkan dugaan adanya permainan harga.”
Selain persoalan pengadaan, RZ juga menyoroti keberadaan tim pengawas, tenaga teknis serta jasa konsultan dalam pelaksanaan proyek. Ia mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan dilakukan dan bagaimana anggaran untuk jasa konsultan apabila memang terdapat konsultan dalam kegiatan tersebut.
Sorotan tersebut kemudian diarahkan kepada pihak terkait agar memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan proyek, pengadaan material, pengawasan pekerjaan serta penggunaan anggaran.
Minta Proyek Dilaksanakan Transparan
RZ berharap pembangunan dan revitalisasi sekolah di Ogan Ilir benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga berharap aparat maupun instansi berwenang dapat melakukan pemeriksaan apabila terdapat informasi atau temuan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.
Namun, perlu ditegaskan bahwa pernyataan mengenai dugaan permainan harga maupun potensi penyimpangan yang dimuat dalam pemberitaan tersebut merupakan sorotan dan dugaan dari narasumber. Hal tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi tanpa adanya bukti dan pemeriksaan dari pihak berwenang.
Pemberitaan ini merupakan saduran dari pemberitaan Lawelang Sumatera. Oposisinew/Indo Update Terkini tidak menyatakan bahwa telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proyek revitalisasi tersebut. Informasi mengenai dugaan maupun sorotan yang disampaikan narasumber masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait.
Ruang Klarifikasi Terbuka
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, pihak sekolah, dinas terkait, pelaksana kegiatan, penyedia bahan bangunan, konsultan maupun pihak lainnya yang berkaitan dengan proyek tersebut dapat memberikan klarifikasi atau hak jawab.
Redaksi membuka ruang tersebut sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberitaan yang akurat, berimbang, independen dan bertanggung jawab.
Lawelang Sumatera, 29 September 2026

0 Komentar